Header Ads Widget

Responsive Advertisement
Tulungagung, Memo
Perum Bulog Subdivre VIII belum bisa memenuhi target 76 ribu ton pengadaan beras tahun 2013  hingga puncak panen akhir bulan ini. Bulog masih mampu menyerap beras ke petani mencapai 45 ribu ton. Meskipun pembelian beras tersebut masih memakai Harga pokok penjualan (HPP) tahun 2012, Rp 42.000/kilogram.
“Kami yakin akan bisa memenuhi pengadaan beras sesuai dengan target,” ujar kepala Perum Bulog Subdivre VIII, Muhammad Fauzi.
ft-padi     Meskipun belum memenuhi target, Fauzy menambahkan, saat ini Bulog sedang gencar melakukan pembelian melalui beberapa kelompok: mulai mitra Bulog, penggilingan padi, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok tani (poktan), satgas dan lain sebagainya.
Menurutnya, target penyerapan beras tahun 2012 lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2012, hanya 63  ribu ton. Penyerapan beras tersebut berasal dari 4 Kabupaten/Kota berada dibawah wilayah Perum Bulog Subdivre VIII. Yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Blitar. Penyerapan beras yang paling banyak dari Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Sedangkan Kota Blitar dan Trenggalek relatif kecil.
Disinggung soal persaingan penyerapan beras dengan para tenggulak yang dikuasai mayoritas  oleh keturunan orang Cina?. Fauzi mengaku tidak ada masalah dengan para pesaing. Bahkan Bulog tidak pernah memposisikan mereka sebagai pesaing.
“Gak ada masalah soal penyerapan beras tahun ini. Peningkatan target lebih besar dibandingkan tahun 2012 karena produksi beras semakin besar,”ujarnya.

Post a Comment